• Cougar

    Photoshop Tutorial : Photo Manipulation

  • Lions

    Cara Meningkatkan IQ

  • Snowalker

    Situs Australia yang di Lumpuhkan Hacker Tanah Air

  • Howling

    Spesifikasi Mobil Yang Menewaskan Paul Walker

  • Sunbathing

    Paul Walker Ternyata Memiliki Tanah di Indonesia

Sabtu, 23 November 2013

Indonesia VS Australia ??? Ini Perbandingan Kekuatan Indonesia Dengan Australia



Ketegangan yang terjadi antara pemerintah Indonesia dengan Australia menyusul aksi penyadapan yang dilakukan oleh agen intelijen Australia terhadap beberapa pejabat penting Indonesia semakin meruncing. Langkah pemerintah Indonesia yang memanggil pulang Dubes RI untuk Australia ternyata tak membuat pemerintah negeri kangguru itu minta maaf. Bahkan kemarahan Presiden SBY pun ditanggapi dingin oleh Australia.


Perdana Menteri Australia, Tony Abot, Selasa (19/11) malah menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan meminta maaf terhadap Indonesia.


"Jangan harap Australia akan meminta maaf karena telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi negara baik sekarang maupun di masa lalu," tegas Abot dalam pidatonya di hadapan parlemen Australia.


Apabila ketegangan kedua negara terus berlanjut, bukan mustahil akan mengarah kepada perang. Jika itu terjadi berikut statistik perbandingan kekuatan Indonesia Vs Australia 


Perbandingan Kekuatan Indonesia Vs Australia
by:

Code:
http://www.globalfirepower.com/countries-listing.asp

 INDONESIA RANKING #15 

AUSTRALIA RANGKING #23 


Berikut data lengkapnya disajikan via tabel (format gambar)





Saya ga setuju kalau benar2 terjadi perang. ibarat pepatah menang jadi arang kalah jadi abu. 
Tetapi kalau benar2 terjadi kita harus selalu siap 
Kekuatan militer kita ga kalah dengan punya ausie.

Saya harap Perang ini tidak terjadi karena pasti akan berujung kepada kehancuran.



Post : Nova Onasis

Indonesia Hentikan Kerja Sama, Australia Kalang Kabut


CANBERRA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Australia terkait penyadapan. Salah satu kerja sama yang dianggap penting adalah masalah penanganan masalah imigran gelap.

Menurut politisi Partai Buruh Australia Tony Burke, langkah yang diambil oleh SBY bisa menimbulkan kekacauan terhadap Australia. Khusus mengenai kerja sama penanganan imigran gelap, Burke khawatir penghentian kerja sama itu bisa membuat imigran gelap bebas masuk ke Negeri Kanguru.

"(Keputusan) Indonesia (untuk menghentikan kerja sama penanganan imgran gelap) bisa membuahkan malapetaka bagi Australia, karena bisa melonggarkan pengawasan imigran gelap bila hubungan tidak segera diperbaiki," ujar Tony Burke, seperti dikutip The Australian, Kamis (21/11/2013).

"Pentingya kerja sama dengan Indonesia untuk menghentikan imigran gelap tidak dapat diremehkan dan setiap langkah pembekuan bisa menimbulkan masalah besar bagi Australia," lanjutnya.

Menurut Burke, salah satu langkah besar dari Indonesia membantu penanganan imigran gelap adalah menghentikan pemberian visa on arrivalkepada warga Iran.

"Kerja sama Indonesia dalam hal ini amat signifikan. Semua ini dibangun dengan sabar. Ini tidak bisa dihentikan dan dikembalikan hingga normal seenaknya. Bila kerjasama itu diaktifkan kembali, kemungkinan tidak akan seperti semula," menurut Burke.

"Ini menjadi alasan pentingnya untuk menyelesaikan masalah ini," tegas Burke.

Menurut ahli di Australia, keputusan SBY untuk menghentikan kerja sama militer dan patroli laut bersama tidak akan memberikan efek besar. Namun bila kerja sama antar kepolisian dihentikan, maka hal itu akan menjadi sebuah malapetaka besar bagi Australia.

Hingga saat ini Perdana Menteri Australia Tony Abbott bersikeras untuk tidak menyatakan permintaan maafnya, terkait penyadapan terhadap Presiden SBY dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Abbott hanya mengucapkan penyesalannya yang mendalam di hadapan Parlemen Australia.


Post : Nova Onasis


Senin, 18 November 2013

Sinabung dan Merapi Meletus, Warga Siap Dievakuasi

Pihak berwenang menaikkan status waspada Gunung Sinabung ke tingkat kedua tertinggi, mendorong evakuasi lebih dari 6.000 penduduk desa.

Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Merapi di 
Yogyakarta meletus Senin (18/11), mendorong peringatan untuk persiapan-persiapan evakuasi dan mengungsi.Gunung Sinabung mengeluarkan abu, terlihat dari desa Simpang Empat di kabupaten Karo (5/11). (Reuters/Roni Bintang)

Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik setinggi 8 kilometer, atau yang tertinggi dari letusan-letusan baru-baru ini, menurut Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Gunung berapi setinggi 2.600 meter itu meletus secara sporadis sejak September setelah vakum selama tiga tahun.

Pihak berwenang menaikkan status waspada Sinabung ke tingkat kedua tertinggi setelah letusan terjadi awal bulan ini, mendorong evakuasi lebih dari 6.000 penduduk desa yang tinggal di dekat lereng-lereng gunung. Aktivitasnya terus meningkat sejak saat itu, terkadang mengeluarkan lava yang mengalir ke bawah lereng.

“Ini letusan terkuat dalam beberapa hari terakhir,” ujar Surono.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan kantornya telah mengeluarkan surat peringatan Senin kepada semua maskapai penerbangan untuk menghindari rute-rute dekat gunung tersebut.

Penduduk di Medan, sekitar 50 kilometer dari Gunung Sinabung di kabupaten Karo, dapat melihat asap hitam mengepul dari gunung berapi tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, Gunung Merapi mengeluarkan asap vulkanik setinggi 2.000 meter ke angkasa, menerbangkan abu ke beberapa kota.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sekitar 600 keluarga telah berkumpul sebagai persiapan evakuasi.

Merapi menewaskan lebih dari 300 orang dan menyebabkan evakuasi 20.000 warga ketika meletus pada akhir 2010. 

Source : VOA Indonesia
Diedit oleh : Gerrialdi

Jumat, 15 November 2013

Bencana Alam di Filipina

PMI Ajak Masyarakat Indonesia Bantu Korban Topan Haiyan di Filipina

detikNews

Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla mengajak warga Indonesia untuk membantu para korban Topan Haiyan di Filipina. JK mengingatkan Indonesia pernah mendapat bantuan negara lain saat bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh.

“Waktu kita tsunami, ribuan relawan datang ke Indonesia. 56 negara membantu, jadi jangan lupa kita harus bantu apalagi kita yang terdekat dengan Filipina,” ungkap JK dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (12/11/2013).

JK mengatakan bagi masyarakat yang ingin membantu dapat menyumbang dalam bentuk uang agar mudah dibelanjakan di Filipina. Menurutnya belanja kebutuhan di Filipina lebih cepat dan mudah dilakukan daripada harus membawa barang-barang dari Indonesia.

“Lebih baik bantuannya diberikan dalam bentuk uang agar mudah dibelanjakan kebutuhan untuk korban bencana Topan Haiyan,” imbaunya.

Palang Merah Indonesia dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) telah berkomitmen untuk bekerjasama dalam membantu korban bencana topan Haiyan yang menerjan Filipina akhir pekan lalu. Bentuk kerjasama yang disepakati adalah PMI menyiapkan relawan dan logistik yang akan dikirim ke lokasi bencana, sementara ICRC akan menyiapkan pendanaan dan pengawasan kegiatan dilapangan.

Selain dengan ICRC, PMI Pusat juga akan mengajak Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

Internasional untuk bersama-sama bekerja membantu korban badai topan Haiyan tersebut. Kesepakatan antara PMI dan ICRC ini dicapai setelah Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla melakukan pembicaraan bilateral disela-sela Sidang Umum Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yang dilaksanakan di Sydney Convention Center, Sydney Australia, Selasa (12/11/2013).
Menurut Jusuf Kalla, ada beberapa hal yang telah disepakati yaitu PMI dan ICRC melakukan operasi bersama 

dalam fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan pengalaman menangani bencana alam di Indonesia, Jusuf Kalla menambahkan bahwa fase tanggap darurat biasanya memakan waktu 3 minggu hingga 1 bulan.

Lalu dilakukan rehabilitasi bangunan dan sarana umum/sosial yang mengalami kerusakan, kemudian dilanjutkan rekonstruksi kembali sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan parah.

Bagi masyarakat yang ingin membantu dapat disalurkan melalui kantor PMI Pusat di Jl Gatot Soebroto Kav 96 Jakarta Selatan, atau untuk keterangan lebih lengkap bisa melihat website resmi PMI www.pmi.or.id.