• Cougar

    Photoshop Tutorial : Photo Manipulation

  • Lions

    Cara Meningkatkan IQ

  • Snowalker

    Situs Australia yang di Lumpuhkan Hacker Tanah Air

  • Howling

    Spesifikasi Mobil Yang Menewaskan Paul Walker

  • Sunbathing

    Paul Walker Ternyata Memiliki Tanah di Indonesia

Jumat, 13 Desember 2013

Ketua MPR Sayangkan Ada yang Gugat Film Soekarno

Ketua MPR Sidarto Danusubroto

Ketua MPR Sidarto Danusubroto menyayangkanada orang yang menggugat film "Soekarno: Indonesia Merdeka" garapan Hanung Bramantyo. Menurut dia, film Soekarno ini sangat bagus untuk mendidik anak muda pada zaman sekarang. 

"Anak muda harus menonton, ini film sejarah. Saya tidak tahu masalahnya (kenapa digugat). Kalau disetop dari peredarannya saya sangat sesalkan," kata Sidarto di Gedung DPR, Jumat 13 Desember 2013.

Menurut Sidarto, anak-anak muda harus melihat bagaimana perjuangan para pemimpin bangsa pada zaman dahulu. Mereka, kata Sidarto, harus menangkap idealisme dari seorang pendiri bangsa yang cerdas seperti Soekarno.

Sebagai mantan ajudan Soekarno, Sidarto mengaku tahu betul bagaimana Presiden I RI itu semasa hidupnya. Sehingga, kata dia, tak ada alasan Rachmawati untuk menggugat film itu hanya karena tak setuju dengan aktor pemeran Soekarno, Aryo Bayu. Meskipun, kata dia, Aryo Bayu tak memiliki kemiripan wajah dengan Soekarno.

"Dia bagus. Wajahnya nggak mirip, tetapi dilihat dari bagaimana dia perform, itu seperti Soekarno. Saya melihat Soekarno ada pada dia, meskipun Soekarno lebih handsome. Dia bisa memerankan seorang seperti Soekarno," ujar dia.

Tetapi, kata Sidarto, memang sulit untuk menemukan seseorang yang sempurna seperti Soekarno. "Soekarno itu komplit, handsome, berkharisma, pintar," kata dia.

Edited by :M.Rziky Septian
Source

"Hanung Luput Potret Dialektika Soekarno Sebagai Politisi"



 Film "Soekarno: Indonesia Merdeka" juga dinilai melewatkan sejumlah hal penting mengenai kehidupan Soekarno, presiden pertama Indonesia itu. Sutradara Hanung Bramantyo dinilai melewatkan beberapa bagian penting dalam kehidupan Soekarno terutama sisi sebagai politisi.

Willy Aditya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, menyatakan film itu kurang menggali kehidupan Soekarno saat tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto dan saat merintis pengorganisasian di Bandung.

"Hanung menandai semangat keberlawanan Soekarno ketika diusir dari rumah seorang Noni Belanda, lalu dalam film digambarkan dia kemudian mengucapkan ikrar," kata Willy saat dihubungi VIVAnews, Jumat 13 Desember 2013.

"Padahal jauh sebelumnya, sudah ada diskusi dan aktivitas mendengarkan pengajaran Tjokroaminoto," kata Willy yang menyelesaikan skripsi S1 di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada dengan tema Filsafat Politik Soekarno itu. Justru, kata Willy, dialektika di rumah Tjokroaminoto ini yang banyak membentuk pemikiran Soekarno.

Kemudian, Hanung juga kurang menggambarkan kehidupan Soekarno saat di Bandung. "Tidak diceritakan soal Soekarno dan Ibu Inggit (istri Soekarno, Inggit Garnasih--red), pergi menemui rakyat, melakukan pengorganisasian dan berdiskusi," kata Willy.

Momen di Bandung ini begitu penting karena Soekarno sendiri, kata Willy, menyebut guru dalam hidupnya adalah Douwes Dekker, bukan justru HOS Tjokroaminoto. Dekker yang mengajarkan Soekarno tentang pentingnya pengorganisasian dalam perjuangan.

Kemudian, juga ada masa ketika Soekarno cuti kuliah di Bandung ketika HOS Tjokroaminoto yang juga ayah mertuanya masuk penjara. "Soekarno pulang ke Surabaya, bekerja di stasiun kereta, menjadi tulang punggung keluarga," kata Willy yang kini terdaftar sebagai calon anggota DPR nomor urut 1 dari daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.

Sementara dari sisi humanisme, menurut Willy, Hanung tak menggambarkan sosok Soekarno sebagai penyayang anak-anak. Saat Soekarno dipenjara, kata Willy, pernah marah besar kepada Inggit yang tak membawa anak saat menjenguknya.

Soekarno, kata Willy, sebagai tokoh besar memiliki sisi emosional yang adakalanya butuh orang lain di sisinya. Dan orang yang paling banyak mengisi sisi emosional itu adalah Inggit. "Penulis Ramadhan KH banyak menulis soal sisi-sisi Inggit," kata Willy.

Kemudian dari sisi sejarah, Willy melihat ada beberapa tokoh yang tak kelihatan dalam film itu. "Ada Tan Malaka, M Yamin, yang juga berperan banyak dalam proses pendirian republik ini," kata Willy.
Terlepas dari sejumlah hal itu, Willy menyatakan ada beberapa hal yang patut diapresiasi dari film garapan Hanung ini. Willy juga menegaskan, Hanung atau pun sineas secara umum berhak menggambarkan Soekarno sesuai intrepretasinya sejauh tidak melecehkan atau menghina. "Nasdem mendukung kebebasan berekspresi para pembuat film," katanya.

Dua hari tayang di bioskop, film "Soekarno: Indonesia Merdeka" produksi Mulivision Plusterancam ditarik dari peredaran. Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, menuntut Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengeluarkan surat perintah untuk menariknya.

Rachmawati yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem itu menyampaikan itu dalam konferensi pers di Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2013. Sejak awal, ia sudah tak setuju film itu dituntaskan produksinya. Ada beberapa poin yang menurutnya melanggar perjanjian dengan pihak Multivision Plus.
SOURCE : VIVAnews
Re-posted by : M.Rizky Septian

Kamis, 12 Desember 2013

Banyak Pelecehan, Rachmawati Minta Film "Soekarno" Dihentikan



Rachmawati Soekarnoputri sangat kecewa ketika rumah produksi Multivision Plus tetap menayangkan film "Soekarno: Indonesia Merdeka" di bioskop sejak Rabu, 11 Desember 2013.
Padahal, salah satu putri Proklamator Indonesia itu sejak jauh-jauh hari meminta agar film berdurasi 2 jam 17 menit tersebut tidak diputar dan diedarkan. Alasannya, film garapan Hanung Bramantyo itu tidak menceritakan sosok Soekarno yang sesungguhnya.

"Film tentang Soekarno yang digarap Multivision Plus dan disutradarai Hanung Bramantyo tidak sesuai dengan sosok Soekarno asli. Film Soekarno memalukan," ucap Rachmawati saat jumpa pers di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta, Kamis 12 Desember 2013.

Rachmawati menilai, sejak awal pembuatan skenario film, sudah terjadi pelecehan terhadap sosok Soekarno. Pada penggarap hanya memanfaatkan nama besar Soekarno untuk komersialisasi.
Pemutarbalikan Fakta
Menurut Rachmawati, yang menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, film itu tidak menceritakan sosok Soekarno yang sesungguhnya. Dari adegan tangan polisi militer menampar pipi Soekarno beberapa kali, hingga terjatuh ke lantai. "Itu tidak pernah dialami oleh Soekarno," katanya.

Selain itu, dalam film itu terdapat adegan melecehkan sosok sang Presiden yang sedang merayu perempuan di dalam kamar yang mengenakan pakaian seronok.

Banyak hal yang dikritisi Rachmawati. Dalam film itu juga terdapat adegan Soekarno sedang mendiktekan Bung Hatta saat perumusan naskah proklamasi. "Padahal naskah proklamasi dibuat oleh Bung Hatta, bukan Bung Karno. Ini terjadi pemutarbalikan fakta," kata Rachmawati.

Adik Megawati Soekarnoputri itu sebelumnya sudah melayangkan gugatan ke pengadilan agar film yang menceritakan soal ayahnya dihentikan. Sebab, isi dan cerita dalam film itu merupakan hasil ide dan gagasannya.

Meski diprotes keras oleh keluarga, tapi pemutaran film ini sudah diputar perdana sejak Rabu kemarin dan hingga kini masih terus diputar di sejumlah bioskop.
SOURCE        : VIVAlife
Re-posted by : M.Rizky Septian

Minggu, 08 Desember 2013

Periksa Kuku Anda! Waspadai Jika Ada 8 Tanda Ini

Saat melakukan perawatan manikur/pedikur, memotong atau mewarnai kuku, sempatkanlah memperhatikan kondisi kuku Anda. Apakah ada perubahan warna, mudah patah atau permukaannya kasar? Kuku bisa menjadi indikator kondisi kesehatan Anda, apakah semuanya baik-baik saja atau ada gangguan fungsi organ. Anda patut waspada dan sebaiknya segera periksakan ke dokter apabila menemukan satu dari delapan tanda berikut ini pada kuku, seperti dikutip dari Times of India.

1. Kuku Cekung
Permukaan kuku seperti melengkung ke dalam akibat penipisan. Ini biasa terjadi pada orang yang mengalami psoriasis, yaitu penyakit kulit yang menimbulkan ruam-ruam merah pada kulit. Bisa juga karena ada gangguan pada jaringan kulit dan tanda awal alopecia (kerontokan rambut).

2. Kuku Menguning atau Menebal
Orang yang memiliki kuku kuning, menebal dan rapuh biasanya karena mengalami infeksi jamur. Umumnya disebabkan karena gaya hidup yang tidak higienis atau membiarkan luka terlalu lama di kutikula kuku.

3. Kuku Pucat
Kuku yang sehat berwarna merona atau agak pink. Tapi jika kuku berwarna pucat, menandakan Anda mengalami anemia atau kurang darah. Tapi apabila kuku sangat pucat, sebaiknya periksa ke dokter karena bisa juga merupakan sinyal awal diabetes atau gangguan pada liver.

4. Garis Hitam
Jika Anda mendapati ada garis hitam vertikal yang muncul dari bawah kuku, patut waspada karena kemungkinan itu tanda awal Melanoma, salah satu jenis kanker kulit. Biasanya muncul pada salah satu jari, terutama jempol.

5. Kuku Membiru
Kuku yang membiru pertanda kurangnya oksigen di dalam tubuh. Penyebab kekurangan oksigen bisa bermacam-macam, salah satunya bisa karena infeksi paru-paru atau masalah pada jantung.

6. Kuku Rapuh dan Mudah Patah
Kuku yang kering, rapuh dan mudah patah adalah akibat dari seringnya penggunaan bahan-bahan kimia keras. Misalnya aseton atau cat kuku.

7. Garis Putih
Jika Anda mendapati ada garis-garis putih di seluruh bagian kuku pada lebih dari dua jari, kemungkinan karena ada gangguan pada ginjal. Bisa jadi juga karena kekurangan protein di dalam tubuh.

8. Garis Merah
Garis-garis kecil berwarna merah atau kecoklatan yang tampak seperti darah kering, mengindikasikan ada masalah pada jantung atau terjadi cedera yang melukai bagian dalam kuku. Misalnya terbentur, tertindih atau terjepit benda.

Edited by: Yahya Abdurrosyid M
Source